Proses Pembuatan Cap Tikus

Alex Sius Rabung (53) sedang menata kayu bakar untuk penguapan dalam proses pembuatan minuman "Cap tikus" secara tradisional di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Alex Sius Rabung (53) sedang menata kayu bakar untuk penguapan dalam proses pembuatan minuman “Cap tikus” secara tradisional di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Alex Sius Rabung (53) berada dalam pondok tempat yang menjadi pembuatan "Cap tikus" secara tradisional di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Alex Sius Rabung (53) berada dalam pondok tempat yang menjadi pembuatan “Cap tikus” secara tradisional di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Alex Sius Rabung (53) sedang menata kayu bakar untuk melakuan proses pembuatan "Cap tikus" secara tradisional di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Alex Sius Rabung (53) sedang menata kayu bakar untuk melakuan proses pembuatan “Cap tikus” secara tradisional di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Proses akhir pembuatan "Cap tikus" secara tradisional setelah dilakukan penguapan di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

Proses akhir pembuatan “Cap tikus” secara tradisional setelah dilakukan penguapan di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 25 Mei 203. Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh. harga minuman tersebut Rp10 ribu per botol.

 Alex Sius Rabung (53) menyalin minuman "Cap tikus" usai diproses pembuatannya di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (25/4). Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh.

Alex Sius Rabung (53) menyalin minuman “Cap tikus” usai diproses pembuatannya di Desa Rumengkor, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (25/4). Cap tikus merupakan minuman khas Minahasa yang diolah dari nira pohon aren atau enau, menjadi salah satu minuman yang berkadar beralkohol 40 persen. selain itu juga masyarkat didaerah itu meyakini sebagai minuman kesehatan untuk menghilangkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh.